Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

Pemerintah Desa Pegalangan Kidul bersama Dinas Kawasan Pemukiman Dan Pertahanan Kabupaten Probolinggo akan membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL ) rumah tangga di RT 05. pipa yang akan  tersambung di warga tersebut adalah sebanyak 53 Rumah tangga.

Ipal adalah sebuah struktur yang dirancang untuk membuang limbah limbah biologis dan kimiawi dari air sehingga memungkinkan air tersebut untuk digunakan pada aktivitas yang lain. Limbah air yang boleh di salurkan di pipa tersebut seperti limbah  Air cucian dan kamar mandi. Hal yang dilarang dimasukkan dalam saluran tersebut adalah sebagai berikut :

  1. sampah yang dapat menyebabkan kemampetan pada saluran, minyak
  2. Minyak goreng yang dapat merusak saluran pipa menjadi cepat rapuh
  3. Putung rokok, pampes, dan rambut juga tidak boleh.

Diharapkan setelah terpasang IPAL tersebut warga mampu merawatnya dan menjaganya sebagai wujud kesadaran diri akan kepemilikan bersama. Beberapa cara yang dapat dilakukan warga untuk merawatnya seperti memastikan air hujan tidak masuk kedalam saluran tersebut agar tidak terjadi over penyimpanan penuh di penampungan IPAL, merawat kloset yang tersambung ke IPAL, melaporkan jika ada gangguan serta menjaga kebersihan.

Demi menjaga kerusakan atau kendala pada IPAL ini, Pemerintah Desa akan membentuk sebuah kelompok atau petugas untuk menangani permasalahan atau kerusakan yang mungkin terjadi dikemudian hari.

Program ini gratis dibiayai pemerintah daerah dan warga tidak dipungut biaya sepeserpun untuk pembangunan IPAL ini. Dan dengan adanya IPAL ini akan bermanfanfaat sekali untuk warga. Dengan adanya IPAL ini lingkungan akan menjadi bersih dan jauh dari penyakit karena tidak ada pembuangan limbah sembarangan ke lingkungan sekitar yang menyebabkan menjadi sarang perkumpulan nyamuk.

Verifikasi Program Kampung Iklim tahun 2020

Verifikasi Program Kampung Iklim tahun 2020

Pemerintah Desa Pegalangan Kidul melakukan verifikasi Program Kampung Iklim secara daring (online) di Dinas Lingkungan Hidup pada tanggal 21 September 2020. Verivikasi ini bertujuan untuk memeriksa kesesuaian data dengan kondisi yang sesungguhnya yang terdapat pada Desa Pegalangan Kidul.

Terdapat 4 Desa yang mengikuti verifikasi ini sesuai desa yang telah terpilih sebelumnya untuk mengikuti Program Kampung Iklim (PROKLIM) 2020 yaitu Desa Pegalangan Kidul, Sebaung, Gading, dan Asembagus.

Kepala Desa Pegalangan Kidul melakukan presentasi di kegiatan tersebut dengan memaparkan permasalahan-permasalahan yang ada di desa Pegalangan Kidul dan menyertakan solusi untuk menanganinya dengan adanya PROKLIM.

Selanjutnya Desa Pegalangan Kidul juga akan mengajukan diri lagi untuk mengikuti lomba desa berseri yang akan diselenggarakan di bulan November nanti. Semoga kedepannya Desa Pegalangan Kidul mampu meraih pencapaian-pencapaian yang dapat membanggakan masyarakat Desa Pegalangan Kidul dan tentunya semua itu tidak akan tercapai tanpa dukungan langsung dari warga Masyarakat Desa Pegalangan Kidul yang turun langsung untuk membantu membangun kemajuan desa.

Pelatihan pengolahan sampah berbasis tekhnologi (pengolahan sampah plastik menjadi BBM)

Pelatihan pengolahan sampah berbasis tekhnologi (pengolahan sampah plastik menjadi BBM)

Kegiatan ini di laksanakan di banjarnegara, jawa tengah. Pada pelatihan ini kita diperkenalkan alat mesin dan proses produksi mulai dari sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Dan nantinya sistem pengolahan ini akan di terapkan di Desa Pegalangan Kidul.

Manfaat dari pengolahan ini selain solusi untuk penanganan sampah juga bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi warga. Karena biaya proses produksi yang tergolong murah dimana dalam 1 bulan hanya menghabiskan kayu seharga 200.000 untuk pembakaran yang artinya dalam sehari sekitar 8000 an. Dan dalam sehari mesin ini dapat memproduksi BBM sebanyak 50 liter. Jadi pengolahan ini mampu menjadi alternatif bahan bakar warga dan sebagai produk milik desa yang nantinya dapat terjual.

Jadi untuk saat ini hampir seluruh penanganan sampah sudah akan teratasi, mulai dari sampah dedaunan dengan metode pengomposan dan sampah plastik dengan mesin pengelola sampah plastik.

Kami berharap dengan adanya penanganan seperti ini Desa Pegalangan Kidul akan terbebas dari sampah. Dan tentunya jika kita bebas dari sampah, maka kita akan terbebas dari sarang penyakit.

Pelatihan Budidaya ikan lele dalam ember (BUDIKDAMBER) Untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Pelatihan Budidaya ikan lele dalam ember (BUDIKDAMBER) Untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Pemerintah Desa Pegalangan Kidul menjalankan program Budidaya Ikan di Dalam Ember (Budikdamber) Sebagai bentuk ketahanan pangan keluarga.

Agar program Budikdamber dapat dijalankan dengan optimal dan berhasil kedepannya, Pemerintah Desa Pegalangan Kidul bekerja sama dengan PT PJB Paiton menyelenggarakan pelatihan.

Adapun dasar  dari  teknik ini adalah sistem akuaponik, yaitu menanam tanaman dan memelihara ikan dalam satu wadah. Prosesnya dimana tanaman memanfaatkan unsur hara yang berasal dari kotoran ikan yang apabila dibiarkan di dalam kolam akan menjadi racun bagi ikannya. Lalu tanaman akan berfungsi sebagai filter vegetasi yang akan mengurai zat racun tersebut menjadi zat yang tidak berbahaya bagi ikan, dan suplai oksigen pada air yang digunakan untuk memelihara ikan.

Progam ini dinilai efektif sebagai pemberdayaan masyarakat dan dapat dilakukan di rumah oleh masyarakat dengan memanfaatkan pekarangan atau lahan yang kosong.

Semoga dengan program ini masyarakat bisa berkembang secara Mandiri dan memanfaatkan budikdamber untuk ketahanan pangan keluarga.

Mengenal Arti dari 3 Warna Tempat Sampah Yang Telah Disediakan oleh PEMDES

Mengenal Arti dari 3 Warna Tempat Sampah Yang Telah Disediakan oleh PEMDES

Pada Rabu tanggal 12 Agustus 2020 kemarin, pemerintah Desa Pegalangan Kidul telah menyediakan alat kebersihan lagi yaitu tempat sampah organik dan non organik. Sebelumnya pemerintah desa telah menyediakan tempat sampah untuk warga, namun berbeda kali ini. Tempat sampah ini digunakan sesuai dengan warnanya, yaitu :
1. Hijau
Warna hijau berarti tempat sampah untuk benda yang mudah terurai seperti sisa makanan organik, sayuran, dedaunan dan lain-lain. Dalam tempat sampah berwarna hijau ini tidak diperkenankan untuk membuang batu, pasir, pot, selang, bongkahan kayu, dan alat berkebun. Ingat, warna hijau untuk benda yang mudah terurai, jadi jangan pakai kantong plastik untuk membungkus sampahnya. Buanglah sampah sisa makanan langsung ke tempat sampah atau bungkus menggunakan koran.
2. Kuning
Warna kuning adalah tempat sampah untuk benda yang bisa didaur ulang dan bersifat non organik seperti plastik, botol minuman dan lain sebagainya.
3. Merah
Digunakan untuk jenis sampah yang bahannya berbahaya / beracun seperti pembasmi serangga, detergen , pecahan kaca dan lain-lain
Pengelompokan sampah tersebut bermanfaat untuk mempermudah kita mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang berguna dan juga menjaga keselamatan ataupun kesehatan kita dari sampah yang berbahan berbahaya. Jadi mulai sekarang, mari kita budayakan memilah sampah terlebih dahulu sebelum membuangnya.

Posyandu Dilaksanakan Kembali Dimasa Pandemi COVID19

Posyandu Dilaksanakan Kembali Dimasa Pandemi COVID19

Menyambut masa New Normal, Pemerintah Desa Pegalangan Kidul akhirnya kembali melaksanakan Posyandu setelah vakum beberapa waktu akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Kegiatan tersebut di hadiri langsung oleh Camat Maron untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut tetap tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan yang telah ditentukan. Kegiatan ini  dapat dilakukan dengan tetap mematuhi prinsip – prinsip pencegahan COVID-19 yaitu menjaga jarak, cuci tangan, menjaga kebersihan dan menggunakan masker.

Sebelum kegiatan, penanggungjawab posyandu dan kader akan memastikan seluruh lokasi posyandu steril dari virus dengan mendisinfeksi area posyandu, menyiapkan tempat cuci tangan dengan sabun, dan thermal gun. Selain itu, petugas juga harus dipastikan menggunakan alat pelindung diri, sehat, dan tidak dalam keadaan batuk, pilek, atau demam.

Karena Posyandu memiliki peran penting dengan memberi pelayanan seperti imunisasi, menekan angka gizi buruk, stunting dan masalah kesehatan anak lainnya. Jadi, kegiatan tersebut dilaksanakan kembali agar dapat memantau tumbuh kembang anak.